Mark cepat-cepat memasukkan dompetnya ke dalam saku, lalu tersenyum pada Dylan. "Kau disini juga?" ujarnya memasang cengiran lebar. Dylan tak segera menjawab, matanya memicing menatap Mark dengan penuh curiga. "Aku sama sekali tak percaya kamu melakukan itu, Mark, kamu berlaku curang!" tudingnya menunjuk lurus pada hidung Mark. Mark seketika panik tapi disembunyikannya. "Eh, maksudnya apa? Aku curang bagaimana?" tanyanya sambil mendorong tangan Dylan turun dari wajahnya. Dylan mendengus sinis. "Kamu lebih picik dari yang aku kira, Mark, kupikir kamu memang sosok yang polos dan apa adanya," tukas Dylan seraya menggeleng kecewa. Mark mengumpat dalam hati, dia bingung apa yang dimaksud oleh Dylan, jadi dia tak tahu harus merespon apa. "Jangan begitu! Aku tak pernah berniat jahat apa

