Dua Tahun Kemudian.

1614 Words

"Sayang, ayo! Nanti telat, lho!" seru Sekar dari bawah tangga seraya mendongak ke lantai atas. "Ada apa, Sayang? Mana Revan?" tanya Raiden, dia sudah siap dengan setelan jas rapi dan berdasi. Sekar mengernyit melihat penampilan suaminya itu. "Kamu mau mengantar Revan masuk sekolah atau rapat sama klien?" ujarnya. Raiden tersenyum sambil meraih pinggang Sekar dan menariknya mendekat. "Istriku cantik begini, mana bisa aku berpakaian biasa saja!" kekehnya seraya mengerling menggoda. Sekar memutar bola matanya sambil berusaha melepaskan diri dari tangan Raiden yang melingkarinya. "Jangan mulai! Ini masih pagi!" sergahnya malas. "Memangnya kenapa? Kalau bukan karena mau mengantar Revan ke sekolah, pasti kita--" "Papa! Bunda!" Keduanya mendongak dan melihat bocah 5 tahun itu sedang du

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD