12. Aku yang Tergoda

1199 Words

Saat Leon dan Isabel kembali dari ruang meeting, Mimi masih memeluk kedua lengannya sambil menggigil dramatis. Leon menatapnya datar. Sangat datar dan tanpa ekspresi. “Orang pilihan mu kenapa, bel?” tanyanya pada Isabel akhirnya, nada suara tetap rendah dan tegas. Mimi mendesis lirih, “A-aku kedinginan, Nona… jangan-jangan kutub utara itu… sedingin ini!” Isabel langsung memutar bola mata. “Mimi… ini AC kantor, bukan kutub utara. Kalau kutub utara, kamu sudah jadi es lilin.” Namun Mimi tetap menggigil sambil menggosok-gosokkan lengannya seolah mau melahirkan api. Leon mengalihkan pandang, berusaha tidak menunjukkan ekspresi apa pun-padahal di dalam hatinya, dia sedang menahan tawa yang hampir pecah. Benar-benar harus jaga imej. Dia adalah Leon Arvallo, CEO muda awal 30-an yang dik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD