31.Jatuh di Da~da Sang Singa

1294 Words

Begitu keluar dari area kantor, Mimi langsung berbelok arah. “Ah, langsung ke tempat Abang Vin saja deh,” gumamnya sambil mempercepat langkah. “Aku belum siap ketemu Tuan Leon lagi. Malunya masih nempel, belum kering.” Mimi merasa saat ini paling aman di ruangan Vin, karena pekerjaannya berhubungan dengan Vin. Beberapa menit kemudian, Mimi sudah tiba di ruangan Vin. Begitu pintu dibuka.... “MI!!!” Vin menyambutnya dengan heboh seperti ketemu artis pulang dari luar negeri. “Astaga, wajah kamu kenapa?!” Mimi refleks menutup pipinya. “Kenapa memangnya, Bang?” Vin mendekat, memicingkan mata. “Kamu pakai blush on berapa kilo? Ini bukan merah sehat, ini merah cabe rawit.” “Ini alami, Bang,” Mimi membela diri. “Efek malu.” Vin menggeleng tidak percaya. “Ah, kamu ini. Dari kapan malu bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD