Rey mengerjap keras, mencoba mengusir bayangan samar yang menyelimuti matanya akibat alkohol yang mengalir deras dalam darahnya. Namun, sosok wanita di hadapannya tak kunjung hilang, malah semakin nyata, menusuk kesadarannya yang goyah. "Pak Rey, ada apa? Apa Bapak baik-baik saja?" tanya Alvin dengan nada cemas, saat langkah Rey terhenti mendadak. Belum sempat Rey menjawab, wanita itu justru melangkah lebih dekat, tatapan mereka bertaut, seolah udara di antara mereka membara. Wajah wanita itu memancarkan keterkejutan yang sama saat menyadari Rey berdiri di sana. Tapi bukan hanya dirinya, di samping wanita tersebut berdiri seorang pria, dingin dan tak mesra, namun kehadirannya tak bisa diabaikan. "Rey, ini benar-benar kamu?" Suara wanita itu tergetar, seakan menantang. Alvin menghela na

