Bab 104. Acara Lamaran Mendadak

1147 Words

Mendengar kata-kata Rey yang keluar dengan tulus dan penuh kesungguhan, disertai jaminan dari keluarganya bahwa cinta Rey pada putrinya tak terbantahkan, hati kedua orang tua Sasa pun akhirnya luluh. Namun, bayang-bayang keraguan masih mengintip di balik senyum mereka, terasa berat dan sulit percaya sepenuhnya. "Baiklah, saya setuju," kata Santoso dengan suara yang masih bergetar oleh kecemasan. "Tapi ingat, jika Rey berani menyakiti Sasa, putri saya, saya tidak akan tinggal diam seperti dulu saat anak sulung saya terluka." Rey menatap serius, menunduk penuh hormat. "Terima kasih, Om. Saya berjanji, saya tidak akan pernah menyakiti Sasa. Cinta saya pada putri Om melebihi segalanya. Kalau suatu saat saya membuatnya terluka, saya siap menghadapi semua akibatnya. Tapi percayalah, itu tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD