Akibat dari Alvaro yang mengerem mobil secara mendadak, membuat tubuh Erika terhuyung ke depan, jantungnya seakan hendak melompat keluar. Keningnya terasa panas, perih, seperti terbakar, akibat terhantuk. Ia mengusap dengan jarinya, mencoba menahan rasa sakit yang tiba-tiba menyusup. Matanya menatap Alvaro dengan campuran keterkejutan dan kecemasan yang sulit dijelaskan. "Er, maaf. Apa kamu baik-baik saja?" Suara Alvaro penuh rasa bersalah, hampir tersesak oleh gelombang kekhawatiran yang menyembul dari dadanya. Erika menghela napas, menenangkan diri meski kebingungan masih membekap pikirannya. "Aku nggak apa-apa kok, Kak. Tapi, kenapa kamu tiba-tiba ngerem begitu? Ada apa?" Alvaro menatap sendu, suara yang keluar dipenuhi penyesalan mendalam, "Aku nggak pernah berniat nyakitin kamu, ak

