Bab 09. Belum Saatnya Sekarang

1100 Words

Erika berdiri terpaku di depan rumah megah yang kini terasa asing dan penuh kenangan pahit. Lama sekali dia tak menginjakkan kaki di sana, rindu yang lama terpendam kini mencabik hatinya, melawan egonya yang dulu menuntunnya melangkah jauh, mengorbankan segalanya demi pria yang selama ini dia impikan. Amanat sahabat yang dulu ia genggam erat kini berubah menjadi beban yang menyesakkan d**a. "Mama, papa ... aku kembali." Suaranya bergetar, nyaris tak terdengar. "Aku janji, nggak akan pernah lagi mengulang kesalahan yang sama." Matanya kosong, tenggelam dalam penyesalan yang menghantui setiap sudut pikirannya. Tiba-tiba, suara hangat menyela kekalutan itu, "Erika, ayo masuk. Masa lalu itu tidak perlu kamu ingat-ingat lagi. Om dan tante, mereka orang tuamu yang pasti akan menerima bagaimana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD