Bohong kalau Erika bilang hatinya kosong saat menatap Alvaro, tak ada perasaan sama sekali. Pria itu, tampan, perhatian, penuh kasih, seolah dirancang untuk menjadi idaman semua wanita. Bahkan ia sudah lama jadi incaran para gadis, tapi tak satu pun mampu mencuri hati Alvaro karena hanya Erika yang berhasil menembus dinding hatinya. Namun, di balik tatapan teduh itu, ada kegelisahan yang mencekam Erika. Bukan karena cinta yang ditawarkan Alvaro, tapi karena rasa takut yang menggerogoti hatinya. Bagaimana mungkin dengan status dirinya saat ini, pantas untuk pria yang bisa dikatakan sangat sempurna? Erika yakin, Alvaro layak mendapat cinta seorang wanita yang lebih baik, bukan sosok yang mungkin akan merusak reputasi pria itu. Tapi, pertanyaan terberat yang terus menghantuinya saat ini ada

