Erika berdiri membeku di tepi jendela kamarnya, menatap langit senja yang perlahan menenggelamkan cahaya matahari, seolah ikut merasakan kelam hatinya. Meski ia telah mantap dengan keputusan untuk berpisah dari Reno, ada beban berat yang terus meremas jiwa, janji yang pernah ia tanamkan pada Dania, sahabat terbaiknya. Bagaimana mungkin ia bisa menjaga amanat itu lagi, jika setiap detik bersama Reno berubah menjadi siksaan? "Maafkan aku, Dania …. Aku sudah nggak sanggup lagi menjaga Mas Reno seperti yang kamu harapkan," bisiknya penuh penyesalan, suaranya nyaris tercekat oleh perih yang menggerogoti hati. "Kamu pasti juga nggak setuju 'kan, melihat aku terus-menerus terluka seperti ini? Sakitnya pengkhianatan ini seperti pisau yang menusuk sampai ke tulang." Erika menunduk, air mata jatuh

