Meskipun terkejut, Alvaro menyimpan kebahagiaan hangat yang mengalir deras di dadanya, meski rasa tak nyaman terhadap Erika berusaha ia redam dengan segenap tenaga. "Tante, jangan bicara seperti itu. Aku nggak enak sama Erika," ucap Alvaro sambil melangkah mendekat. Tangannya meraih lembut tangan Tamara, menyalami dan mencium punggung telapak tangan wanita paruh baya itu dengan penuh rasa hormat. "Ah, tidak apa-apa. Siapa tahu, harapan Tante suatu saat bisa jadi kenyataan," jawab Tamara dengan senyum tipis yang penuh harap. Erika cepat menarik lengan ibunya, suaranya gemetar, "Mama, jangan ngomong gitu …. Aku malu." Dia dan Alvaro saling berpandangan, suasana jadi makin canggung. "Lho, kalian berdua ini kenapa? Seperti orang yang baru kenal saja." Tamara memecah keheningan. "Oh ya, Alv

