Bab 30. Partner

1120 Words

Alvaro tersentak ketika Rafa, asisten sekaligus orang kepercayaannya, bertanya dengan suara lembut namun penuh kekhawatiran, "Pak Alvaro, apa Bapak baik-baik saja?" Alvaro menghela napas panjang, mencoba menutupi gejala yang mulai menyerang tubuhnya. Matanya tak berani menatap siapapun dalam ruangan itu. "Saya baik-baik saja. Teruskan saja rapatnya," jawabnya datar, berusaha menenangkan suasana. Namun, suara seorang peserta rapat yang lain memecah keheningan, "Bapak yakin tidak apa-apa? Atau kita istirahat sebentar?" Namun Alvaro akhirnya menatap orang tersebut dan yang lainnya, memaksakan senyum tipis, mencoba menyembunyikan ketidakyakinannya. "Tidak perlu. Saya bisa lanjutkan rapat ini sampai selesai." Meskipun kata-katanya penuh keyakinan, suara batuk yang tak henti-henti dan bersin-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD