Bella menunduk, mencoba menyembunyikan wajahnya yang tak lagi bisa menipu. Kemudian, mata sendunya menatap tajam ke arah Reno, penuh dengan kepedihan yang terselubung. "Kamu tega banget, Kak." Suaranya bergetar. "Kamu sudah menuduh aku tanpa bukti. Apa kurangnya aku selama ini terhadap kamu? Aku selalu ada, bukan cuma saat kamu jaya, saat kamu masih menjadi suami Erika, tapi juga saat kamu terpuruk. Bahkan saat ini, aku berniat membebaskanmu. Aku nggak pernah berniat meninggalakan kamu sama sekali." Akan tetapi, bukan rasa iba yang terpancar dari mata Reno. Justru ada sesuatu yang lain, muak dan sinis. Sebuah senyum dingin terukir di sudut bibirnya. "Cukup, Bella. Berhenti berpura-pura!" Suaranya dingin menusuk. "Cih, bukti? Aku sudah melihat dengan mataku sendiri. Kamu masuk ke hotel ber

