Kenzie Radeva Wirasatya

1180 Words

“Mas, jangan pergi!” “Aku akan tetap disampingmu, Sayang,” ujar Mas Dirga. “Jangan khawatir.” Aku mengangguk pelan, lalu menarik nafas dalam, menyiapkan diri saat proses persalinan akan dimulai. Setelah pembukaan sepuluh, aku segera dibawa ke ruang persalinan. Kini Dokter Anisa sudah bersiap bersama tim medis lainnya. “Bu Tara, dengarkan instruksi dari saya, ya,” ujar beliau. “Kalau kontraksi datang, tarik nafas, lalu mengejan sesuai hitungan.” Aku mengangguk. Keringat dingin mulai mengalir di pelipisku. Jantung berdegup kencang, bukan hanya karena sakit, tapi juga tegang. “Mas—” “Iya, Sayang. Tenang ya. Aku akan ada disampingmu, selalu.” Kontraksi datang lagi. Rasanya jauh lebih hebat dari sebelumnya. Sampai membuat dadaku terasa sesak. “Tarik nafas… sekarang, Bu Tara, mengejan!

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD