Titik Terang

1254 Words

Begitu menginjakan kaki di Bali, Kai langsung bergegas menuju kedai Etalase Cinta bersama Bu Calista. Dia tak mau bernasib sama seperti Handaru yang dilarang masuk oleh si empunya kedai. Karena itu, dia membawa senjata andalan untuk meluluhkan hati Senja… yang entah kenapa tiba-tiba ngambek. Sepanjang perjalanan, Kai terus bertanya pada ibunya soal penampilannya. Dia ingin memastikan Senja terpana saat melihatnya. “Mom, aku sudah cukup ganteng belum?” Bu Calista memutar mata, jengah. “Kamu baru bangun tidur dan belekan saja tetap kelihatan ganteng,” jawabnya. “Mommy dan Daddy menciptakan kamu dengan semangat membara. Jadi hasilnya sempurna.” Kai mendengkus pelan. “Kok sombong?” “Jelas dong,” sahut Bu Calista sebelum membuka pintu mobil. “Mommy saja yang masuk dulu. Nanti kamu nyu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD