“Kenapa kalian bisa ada di sini?” Pertanyaan itu membuat Bu Calista dan Handaru nyengir lucu dari kamar villa sebelah, sementara Kai langsung memasang wajah jutek. “Bukannya aku sudah bilang, kalau kamu ikut berarti kamu setan, Han?” Kali ini pertanyaan itu ditujukan khusus pada sang sekretaris, dengan tatapan setajam silet. “Dipaksa sama Tante Calista, Mas,” jawab Handaru, masih mempertahankan senyumannya. Dia sama sekali tidak takut karena ada yang membelanya. “Jadi kami berangkat lebih dulu, hehe.” Senja justru terlihat senang dengan kedatangan mereka berdua. Setidaknya, akan ada yang membantunya saat Kai sedang dalam mode manja. “Kamu nggak suka Mommy nyusul, Kai?” Bu Calista berkacak pinggang. “Bukan nyusul namanya kalau sudah sampai lebih dulu, Mom,” balas Kai datar. “Lagi

