Upaya Perbaikan [2]

2631 Words

Alarm di kamar Jemma dan Althaf sudah berbunyi. Seperti biasa, Althaf yang lebih dulu terbangun. Ia menoleh ke arah istrinya yang masih terlelap, lalu menunduk, membisikkan kalimat sayang dengan lembut di telinga Jemma sambil mengusap pelan punggungnya, kadang menyentuh di pinggangnya lama. “Subuh, Sayang... bangun...” mengecupi pipi hingga berlama-lama di lehernya. Jemma hanya bergumam kecil, lalu menguap lebar sambil menarik selimut ke atas wajah. Ia mendorong Althaf, “ugh, masih ngantuk! Nggak mau dulu!” “Memang aku minta apa?” Althaf tertawa pelan, mencium keningnya dengan gemas. “Ya, itu...” suaranya agak serak. “Aku banguni kamu karena sudah subuh, bukan mau minta lanjutin yang semalam,” candanya. “Hm...” gumamnya malas. “Bangun ya, aku salat di masjid,” dia menciumi Jem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD