PELUKAN TERBAIK

2387 Words

Pagi cerah lainnya di Natayu Residence. Sejuk, terang namun tak terik. Jenis cuaca yang justru menimbulkan kecurigaan. Anne berdiri di depan lemari pakaiannya, mengenakan blouse merah muda lembut dan celana bahan abu-abu tua. Surainya sudah di-blow cepat, wajahnya dipulas tipis. Safa di kakinya, memeluk sambil mengulurkan satu tangan, berusaha menarik kepala belt dari pinggang Anne. “Apa! Ebbom!” “Fa—Fa—jangan ditarik, sayang…” Anne merapikan kerah baju, lalu mengangkat Safa ke gendongan. Masalahnya, kadang-kadang kegigihan Safa membuat Anne pegal. Bayinya justru bersikeras bergelantung dengan kepala di bawah demi meraih kepala belt. “Safa berat lho.” Ben masuk dengan dua gelas minuman pagi; satu kopi hitam hangat, satu teh hijau dingin. “Pagi dua cintaku,” ujarnya. Anne mengambil te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD