KUMPUL LAGI

2033 Words

“Aduuuh,” rintih Anne. Ben yang baru selesai berwudhu gegas mendekati sang istri, tak peduli jika telapak kakinya belum kering sempurna, meninggalkan jejak di lantai. “Kenapa, baby?” “Nenen aku kayak batu.” “Hah?” Anne menyibak piyamanya, memperlihatkan apa yang ia maksud ke Ben. “Ayo ke rumah sakit,” ujar Ben. “Kok Safa ngga bangun tadi malam, ya Ben?” Ben mengernyitkan kening. “Iya ya?” Ia beringsut ke bassinet, mengambil Safa yang berusaha mengangkat kelopak mata namun kalah dengan kantuk yang masih melekat. “Ngantuk berat ini.” “Kemarin sih seharian ngga mau lepas. Baru kutaruh, ngga ada setengah jam nangis lagi. Digendong aja ngga mempan, harus nenen.” “Popoknya juga berat ini. Aku ganti dulu deh.” “Aku aja. Kan kamu mau shalat.” “Ngga apa-apa, tinggal cuci tangan nanti, wu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD