“Buat kamu, baby,” ujar Ben yang baru kembali ke kamar. “Dari butik.” “Oh, aku pikir bakalan dikirim besok, baru minta tadi sore soalnya,” tanggap Anne. “Ditaruh di mana, Ben?” “Livingroom,” jawab Ben. “Sini, aku aja yang pakein Safa baju.” “Oooh!” ujar Safa. “Oooh, habis pakai baju Safa mau main sama Ayah,” ujar Ben lagi. “Main apa kita hari ini? Pull up atau boxing?” Anne terkekeh. “Anak orang mah body-nya kayak roti sobek. Nah anak kita kayak tukang pukul.” Ben tertawa, Safa yang melihat keriangan itu menghentak kaki dan tangannya dengan bibir yang melengkungkan senyum. “Mana ada tukang pukul cantik begini?” “Ih, ada banget! Onti Lian, Onti Megi, Onti Isla, Mama April, yang paling jauh tuh Onti Belle, yang paling dekat Teteh Reina. Mereka semua pernah jadi tukang pukul pada masan

