Tiba Di Tempat Persembunyian

1053 Words

Elang hampir terjatuh saat membuka pintu dengan bahunya, yang menopang tubuh Nando yang pingsan. "Delima, cepat masuk! Jangan lama-lama di luar!" katanya, berusaha tetap tegas meskipun panik jelas terlihat di wajahnya. Delima yang berjalan terpincang-pincang hanya bisa mengangguk lemah. "Dia gimana, Elang? Parah banget, kan?" suara Delima bergetar, matanya tak lepas dari Nando yang terbaring tak bergerak. Elang dengan hati-hati menurunkan tubuh Nando ke sofa, lalu memeriksa luka tembak di lengan atasnya yang masih mengeluarkan darah. "Kondisinya kritis, tapi dia masih bernapas. Aku bakal panggil Nina buat bantu dia. Kamu perlu istirahat sekarang," ujar Elang tegas, berusaha menenangkan. "Nggak aku harus di sini," Delima hampir berteriak, meskipun tubuhnya hampir ambruk. "Aku harus t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD