Bab 170 | Tidak Bisa Menolak

2446 Words

Juna beranjak saat mendengar bel berbunyi karena tau siapa yang datang, Sheya sudah pamit mandi dua puluh menit yang lalu sehingga Juna lah yang menemani anak-anak bermain. "Bi Rumi." Panggil Juna melihat Bi Rumi yang baru saja keluar dari ruang laundry. "Iya, Tuan. Ini mau saya buka pintunya." "Saya saja yang buka, Bi. Itu Dokter Vina. Tolong jaga anak-anak sebentar, ya." "Oh, begitu, baik Tuan." Bi Rumi urung beranjak dan kini mendekat pada dua nona mudanya yang sedang sibuk bermain. Juna tidak langsung ke depan, namun memberi pengertian dulu pada si sulung. "Kakak di sini dulu dengan Adik, ya? Awasi adiknya, ya, sayang? Ada Bu Dokter datang." Juna mengecup puncak kepala Anas lalu beranjak meningggalkan kedua putrinya. Anas yang mendengar kata bu dokter langsung terperanjat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD