Sheya menghela napas sambil tersenyum samar dengan tingkah Sera dan Mas Juna. Putri sulungnya dan masnya kompak untuk tidak mengijinkan Sheya turun dari ranjang, apalagi keluar kamar. Sera yang memimpin adiknya untuk mengikutinya bermain di kamar, masnya mendukung dengan menggelar karpet kecil di ujung ranjang, lalu membawa mainan yang ingin dimainkan oleh putri mereka. Sheya duduk bersandar di kepala ranjang dan hanya menjadi penonton. Naira juga menurut saja saat dialihkan perhatiannya oleh Sera, anak itu semakin pintar memonopoli adiknya untuk mau menurut padanya. Di tempatnya Sheya tersenyum dengan hati yang menghangat, betapa Sera dan masnya sangat menjaga dan memanjakannya. “Adik … Lihat ini … Lihat, barbienya berputar-putar. Boneka kaktusnya bergoyang-goyang.” Ucapnya samb

