“Mas m***m!” Sheya mendelik sambil memukul lengan masnya. Pasalnya, masnya terus menepuk-nepuk bo-kongnya dan kadang mengusapnya. Masnya justru tersenyum geli dan semakin menarik Sheya untuk merapat dalam pelukannya. “Mesumm bagaimana, sayang? Mas sedang memanjakan kamu, kok. Biasa juga Mas memeluk kamu dan mengusap-usap kamu setiap malam, seperti sekarang.” Katanya menahan senyum geli, bibirnya tidak bisa diam untuk tidak mengecup bibir ranum sang istri yang selalu menjadi favoritnya. “Mas…” Sheya melenguh dan memukul d**a masnya saat ciuman itu berubah menjadi ciuman yang menggebu dan sedikit menuntut. “I love you, cintaku.” Bisik Juna mengecup hidung sang istri lalu mengeratkan pelukannya pada Sheya sambil mengecup ubun-ubunnya. Tangan masnya masih memeluk pinggangnya dan me

