Bab 126 | Hadiahnya Mau Adik Bayi

3620 Words

Juna mengerang pelan dalam tidurnya, dengan mata yang perlahan terbuka, bibirnya refleks mengulum senyum. Tangannya masih mendekap sang istri yang lelap dengan nyaman dalam pelukannya, dia mengusap punggung Sheya lalu mengecup puncak kepala sang istri. Tadi mereka sudah bangun untuk keramas dan solat subuh, lalu kembali tidur karena lelah atas peperangan di atas ranjang semalam. Memikirkan bagaimana mereka bergumul semalam membuat Juna tidak bisa menahan senyumnya yang merekah begitu cerah. Bagaimana sang istri yang terus mengangguk setiap Juna meminta lagi dan lagi membuat hasrat yang Juna pendam selama ini akhirnya terpuaskan. Setelah menahan sekian lama, Juna benar-benar merasa hampir gila saat akhirnya bisa merasakan tubuh sang istri dan berada di dalamnya, tubuh Sheya langsu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD