Bab 146 | Tangisan di Sepertiga Malam

2333 Words

Sheya terjaga di jam dua pagi saat merasakan perutnya kencang, dia menahan rintihannya dengan mengambil napasnya dalam supaya tidak membangunkan suaminya itu. “Ssshhh … putri cantiknya Ibu… Tenang, ya?” Bisik Sheya sambil mengusap lembut perutnya. Dia melirik ke arah suaminya yang terlihat begitu lelap malam ini, pasti suaminya itu sangat kelelahan. Hari ini, sekolah Sera melakukan kunjungan wisata ke Bandung untuk mendatangi beberapa museum dan tempat wisata edukasi yang ada di sana, sebagai bentuk kegiatan menjelang akhir semester. Semua murid harus didampingi oleh orang tua, sehingga tadi Mas Juna lah yang menemani putri mereka bersama Mama Kinnas. Sheya sesungguhnya ingin ikut dan menemani putrinya itu, namun Mas Juna melarangnya mengingat Sheya yang semakin mudah kelelahan,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD