Bisma tersenyum ketika melihat Lara sudah siap dan tengah menunggunya. Wajahnya masih pucat, rambut berminyaknya ia gulung agar tak terlalu mencolok, dan hanya mengenakan dress pendek seperti daster yang ditutup dengan cardigan. “Kenapa?” tanya Lara ketika menyadari bahwa Bisma melirik kearah pakaiannya. “Itu daster?” tanya Bisma balik bertanya. Lara mengangguk cepat. Sore ini Bisma benar-benar menjemputnya untuk mengantarnya ke salon dan Ia sengaja pake daster agar pria itu merasa terganggu dan ngomel. Bisma seolah tahu bahwa Lara tengah ‘melawan’nya dengan melakukan yang ingin membuatnya malu, tapi ia tidak akan terpengaruh dan berniat membalas. “Yuk,” ajak Bisma sambil menuntun Lara seperti menuntun nenek - nenek. “Gak usah dituntun, aku masih bisa jalan sendiri,” omel Lara. Entah

