“Mama sudah baik-baik saja, Lara. Lebih baik kamu besok kembali ke Jakarta, gak enak ambil cuti terlalu lama. Mama dan papamu pasti akan datang ke acara pernikahan Rico.” Lara yang tengah merapikan bekas makan sang ibu segera menoleh ketika mendengar ucapan Silvy. Bukan tentang dirinya yang disuruh cepat kembali, tetapi keinginan Silvy yang akan hadir di pernikahan Rico, tentu akan membuat mereka semua bertemu dengan Frida. “Apa mama yakin?” tanya Lara menatap ragu dengan keputusan sang ibu. “Kenapa? Kamu takut mama berantem sama tantemu itu?” “Ma–” “Ck! Mama sebenarnya gak yakin bisa menghadapi tantemu, tapi mama harus hadir Lara. Selain untuk menghargai mbak Anita juga untuk menunjukan harga diri mama pada perempuan itu,” ucap Silvy seraya menghela nafas panjang. “Gak perlu ma. M

