Silvy dan Ega menoleh ke arah pintu kamar rawat inap ruang vip yang terbuka perlahan dan terlihat Lara masuk dengan wajah pucat, mata sembab menyantol tas besar masuk berdiri di depan pintu. Ega yang tengah menemani Silvy ngobrol langsung berdiri dan menyambut Lara, sedangkan Lara segera berlari memeluk ibunya. Tangisan kedua perempuan itu pecah dalam pelukan, sedangkan Ega hanya bisa berdiri menatap rindu dan lega Lara mau datang dengan tatapan sedih. “Lara’,” panggil Ega mencoba menyentuh anaknya, tak sabar ingin memeluk buah hatinya. Tetapi Lara menolak dan menatap Ega tajam dengan mata basah. “Ini semua gara-gara papa!” ucap Lara terdengar lirih tapi geram. Ega tampak sudah tak peduli dengan kemarahan Lara, ia siap menanggungnya yang penting ia bisa memeluk anaknya. “Jangan se

