Tangis melengking seorang bayi mungil berjenis kelamin perempuan, membuat Lukman tak berkedip memandangnya. Bahkan, bayi merah itu masih berlumuran darah. Rasa bahagia dan haru bercampur menjadi satu. Ketegangan Lukman selama satu jam ini, terbayar sudah dengan kelahiran bayi mungil dari rahim sang istri. Raina, nafasnya masih tersengal dengan peluh membasahi wajahnya. Tangan Raina masih berada di dalam genggaman Lukman. Dikecup berkali- kali oleh Lukman. Berbisik di telinga sang istri, "Anak kita sudah lahir, sayang. Terimakasih." Lukman mengecup kening Raina. Wanita itu merasa lega dan terharu. Air mata lolos di sudut matanya. Segera diusap oleh Lukman. Ia tahu jika ini adalah air mata bahagia. Perawat membantu Raina melakukan inisiasi dini. Untuk kesekian kali Raina berucap rasa s

