Adelia melepaskan semua bajunya hingga membuat seluruh tubuh polosnya terlihat dengan jelas di depan om Farel. Lalu dia duduk di sebuah kursi seraya menyilangkan kakinya. " Ayo lukis aku sekarang, om. " Om Farel menatapnya lapar, namun dia menahan hasratnya karena tidak ingin kebablasan menyentuh Adelia di awal trimester. Dokter telah mewanti-wanti dirinya untuk berhati-hati karena kandungan Adelia cukup lemah diakibatkan stres yang dialaminya. Dia duduk di kursinya lalu meraih kuasnya dan mulai melukis Adelia. Matanya tak henti-hentinya menatap kecantikan istri kecilnya itu, tangannya bergerak membuat lekukan garis tubuhnya yang menggoda di atas kanvas mulai dari lekukan melonnya yang jumbo sampai turun ke area pinggangnya yang ramping. Hampir satu jam Adelia tetap dalam berada posisi

