Dorongan untuk berbaring di sebelah Jenna benar-benar kuat. Melihat wanita itu berbaring di sana, di ranjang berukuran kecil, tampak begitu rapuh dan nyaman. Rasanya Dalton gatal ingin menyentuhnya. Tidak, bukan menyentuh dengan naf.su seperti itu. Hanya sentuhan biasa, hanya sekadar memainkan rambut atau mengelus lengannya. Bukan menyentuh dan ingin menguasai. "Aku tidak berna.fsu dengan wanita sakit," pikirnya. Lalu, mendengkus memalingkan wajah. Luka jahitan di kepalanya berdenyut, dan ia merasa membutuhkan tidur satu atau dua jam untuk membantunya tetap tajam. Tetapi jika ia tidur, siapa yang akan berjaga? Dalton tahu ia tidak mungkin membiarkan wanita seperti Jenna menjaganya. Yeah, mengingat wanita itu pernah berkhianat. Ia tidak tahu kapan Jenna akan mulai berubah pikiran

