Yogi's PoV Aku mengusap wajahku ketika Sherly menyodorkan testpack garis merah dua kepadaku. Rasanya nano-nano saat tahu Sherly hamil lagi, ketika usia Queensha menginjak 11 bulan. Wajar saja sebenarnya, tapi aku kepikiran, apa terlalu cepat? Kami rutin melakukan kegiatan suami istri, tanpa aku memakai alat kontrasepsi dan Sherly juga tak ingin minum pil dan sejenisnya. Kami sepakat KB alami, yang mana aku harus mengeluarkannya di luar. Tetapi, beberapa kali aku tak bisa menahan untuk tak melepaskannya di dalam. Tak jarang Sherly yang menahanku juga untuk tak melepaskan penyatuan kami. "Kenapa sih, Mas? Merasa bersalah banget kayaknya hamilin istri sendiri. Kamu enggak senang aku hamil lagi?" "Senang, Sayang. Tapi... aku takut kamu kelelahan." "Ada kamu ini, aku merasa siap menghadap

