Akira duduk sendirian di dekat jendela kamarnya sambil menatap taman belakang yang hijau setelah sholat subuh. Langit masih sedikit gelap dan Chiko sudah berangkat kerja sejak sebelum subuh lalu. Gadis itu mulai meragukan dirinya kuat berkompromi dengan jam kerja Chiko dan segala resikonya. Kepalanya masih terasa sakit, matanya masih bengkak dan moodnya masih berantakan. “Hallo buk,” ucap Akira mengangkat telpon Bening. “Kamu kemana kemarin nggak ijin suami?” Tanya Bening lembut sambil mendesah. “Semua orang panik nyariin kamu Ches.” Tambah wanita itu lagi. “Kemarin aku jalan-jalan sebentar buk, tapi hp aku mati.” Jawab Akira tidak sepenuhnya berbohong. “Lain kali jangan kaya gitu yah Ches, nggak boleh kemana-mana nggak ijin suami. Kamu bukan sendirian lagi, kamu sudah menikah.” Bening

