Saat ini Akira sedang mempersiapkan cover majalah bersama Reza dimana dia akan menjadi pewawancara untuk Reza. Laki-laki itu terlihat sudah duduk dan menyapa semua orang ketika datang. “Bisa bicara secara pribadi?” Tanya laki-laki itu. Akira tersenyum. “Maaf kak kayaknya nggak bisa soalnya masih jam kerja dan kerjaan kita banyak.” Jawab Akira. Reza tersenyum saja tidak ada raut kemarahan di wajahnya. “Oke, kalau begitu jam istirahat nanti kita bicara.” Putusnya seenaknya. Akira ingin menolak lagi tapi seruan untuk memulai wawancara membuat wanita itu menutup kembali mulutnya dan memulai pekerjaanya dengan profesional. Ayu sendiri sejak tadi sudah memperhatikan Reza dengan seksama, diam-diam menempelkan sesuatu di bajunya untuk bisa mendengar pembicaraanya dengan Akira nanti dan untuk be

