Setelah seharian dengan kesibukkan yang membuat Chiko rasanya ingin melarikan diri, sekarang laki-laki itu sudah duduk di sebuah bilik di suatu Restoran mewah menunggu seseorang. “Selamat malam Tuan Radian yang saya hormati.” Chiko mengangguk sopan pada laki-laki yang cukup kaget menemukan Chiko ada di bilik Restoran tempatnya berjanjian dengan seseorang. “Silahkan duduk!” Ucap Chiko sopan. Bagaimanapun Radian lebih tua darinya sehingga Chiko masih menaruh hormat padanya. “Saya rasa, saya bukan berjanji bertemu dengan kamu.” Ucap Radian. Chiko bisa melihat perubahan raut wajah paman Reza ini saat melihat Chiko pertama kali tadi. Ada ekspresi seperti kemarahan yang menyeruak membuat Chiko sendiri tidak begitu menyukai ekspresi itu. “Kebetulan CEO agensi saya sedang tidak bisa menemui an

