Kau Hanya Wanita Mur4han!

1379 Words

"Arsen, aku ke toilet sebentar ya." "Baiklah, aku akan tunggu di sini." Toilet itu tampak sepi saat Mikayla melangkah masuk. Hening, hanya suara langkah hak tingginya yang beradu dengan lantai marmer. Ia menatap cermin, membasuh wajahnya yang terasa panas setelah bertengkar kecil dengan Arsenio di depan toko sepatu. Di dalam kepalanya, masih berputar kata-kata kasar yang keluar dari mulutnya sendiri. Ia merasa bersalah—tapi juga merasa terhina oleh perlakuan Arsenio yang terus memperlakukannya seperti boneka. Mikayla mengusap air dari wajahnya. Ia menatap pantulan dirinya yang kacau. Tapi sesuatu terasa aneh. Ada sosok di belakangnya. Seseorang berdiri di sana dengan tatapan tajam menyala. Mikayla membalikkan tubuhnya. “Kristal?” Kristal menyeringai. Aura kebencian memancar dari sel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD