Liona menatap pada Reva yang menunduk di depannya. Dia mendengkus tidak menyangka, kalau gadis yang pernah dipuja oleh putranya akan berkelakuan tidak berpendidikan seperti ini. "Kamu tahu apa kesalahan kamu?" Tanya Liona. Reva mengangguk. Dia tahu kesalahannya. Liona sudah tahu dengan kelakuannya yang tidak pernah bekerja dengan becus di sini, malahan dirinya juga sering menyuruh-nyuruh karyawan lain. "Saya tidak pernah mau mempekerjakan orang yang suka ngatur karyawan lain! Sedangkan di santai saja. Dan kamu juga mengaku sebagai menantu saya. Kamu tahu? Kalau dulu Delvin memang suka sama kamu, tapi, dia sekarang akan lebih fokus pada kuliahnya dibanding berurusan dengan urusan cintaan yang membuat dia sakit hati!" Ucap Liona. Reva menatap pada Liona. Dan mengeluarkan air matanya. Li

