Gavin merasa seperti sedang mencuri waktu dari semesta. Di lantai Apartemen Gwiyomi, dunia luar yang bising seolah teredam oleh dinding kaca kedap suara. Tidak ada Mahendra Group, tidak ada tuntutan ahli waris, dan tidak ada Vanka. Yang ada hanyalah aroma kopi, tawa cempreng Kenzie, dan sosok Gwiyomi yang pagi ini terlihat begitu sederhana namun mematikan bagi kewarasan Gavin. "Papa! Papa! Ayo plung!" Kenzie menarik-narik ujung celana pendek Gavin, matanya berbinar menatap ke arah private pool di balkon apartemen yang airnya berkilau terkena pantulan matahari. Gavin tertawa, ia menyambar tubuh kecil itu dan mendudukkannya di pundak. "Sabar, Jagoan. Kita harus pakai pelampung dulu supaya tidak tenggelam." Gwiyomi muncul dari arah dapur, membawa nampan berisi jus jeruk segar dan camilan r
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


