Senyum super irit

2147 Words

“Mahanta, Satya belum masuk hari ini?” tanya Hansika yang menemukan pengganti Satya sudah berdiri disisi mobil lain yang menggantikan mobil sebelumnya, dengan pintu sudah dibuka. Sejak pagi, biasanya pria itu sudah terlihat dari balkon kamar tampak melakukan briefing dengan para penjaga rumah, atau kadang Satya ada di taman baru kembali dari lari pagi. Seperti yang diketahui, selain mengawal pribadi khusus Hansika... dia juga yang mengatur keamanan di rumah. Mulai dari jadwal jaga. “Izin sebentar, Nona. Saya hanya mengantar, nanti Satya yang akan menjemput Nona.” Hansika memberi anggukan, kemudian segera masuk. Jika bukan dengan Satya, ia memang lebih banyak duduk di belakang. Jam sembilan waktu memulai jadwalnya di rumah sakit. Perjalanan yang padat menandakan keadaan mencengkam kem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD