“Sudah mulai membahas pernikahan Nona dan Pak Nando ya?” tanya Mahanta yang datang menghampiri Satya. Ia tengah duduk di ruang CCTV, sendiri memantau keadaan atau mungkin lebih tepatnya banyak menatap ke area rumah khusus ruang makan. Hansika duduk bersebelahan dengan Nando. Selain orang tua mereka, pun ada Saluna dan adik Nando. Satya sengaja memantau, ia memerhatikan gerak-gerik Nando yang mungkin saja bisa jadi petunjuk. Izz tidak ikut karena ada acara sendiri bersama para sepupu laki-lakinya. Mereka memang sering berkumpul, punya agenda tersendiri. Sore tadi harusnya jadi langkah pertama yang ia ambil dengan Hansika, mengikuti Nando—tiba-tiba semua harus ditunda karena makan malam dan pertemuan dua orang tua ini. Yang mau ia pantau dan ikuti, ada di rumah, duduk akrab bersama membi

