I Hate You but I Love You? [2]

2417 Words

Satya masih libur untuk hari berikutnya, Hansika tidak pernah lagi mengirim pesan sekedar menanyakan keadaannya seperti sebelum ia tahu mengenai alasannya. Dia tidak mau tahu apa yang terjadi dengan Satya walau teringat beberapa luka di wajahnya yang pasti akan lebam. Hingga tiba akhirnya pagi ini ia dapati wajah serius Papi sejak pagi setelah bicara dengan Mahanta. Hansika menebak mungkin Papi sedang dalam situasi tegang dikantor, bukan dengan Mami. “Jangan ganggu Papi, Saluna... bicaranya nanti saja.” Ucap Mami yang terdengar Hansika saat memasuki ruang makan. “Kenapa wajahnya Papi serius begitu? Disapa aku, cuman jawab ‘hmm’ doang?” tanya Saluna yang masih pakai baju tidur, menikmati kehidupan penganggurannya. “Lagi ada masalah dikantor, lalu...” Mami melirik Hansika sejenak, “S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD