Satya masih berbaring tenang dalam ruangan tahanan yang dingin, menunggu sambil tidak bisa menebak akhirnya dia masih tetap di sana, dipindahkan atau mungkin dibebaskan. Hidupnya pernah mendapati situasi lebih buruk, nyaris mati. Jadi, ia tidak pernah takut pada keadaan seperti yang dialaminya sekarang. Hingga kemudian seorang penjaga mendekat dan membukakan pintu. “Ikut saya.” Ucapnya memberitahu. Satya segera bangun, dia belum mandi sama sekali. Pakaiannya juga masih sama, Pasha baru akan membawakannya nanti siang. Satya berjalan keluar, kemudian menemukan Hamish berdiri di sana. Sendiri, dia berjalan dan menghela napas lega. “Kamu bebas, Sat.” Ucapnya dengan yakin. Kening Satya mengernyit, Hamish mendekat dan lanjut bicara, “pengacara bisa mengurus bukti tidak bersalahmu.” “

