Hari berikutnya di Resort peninggalan Opa Putra ini, Hansika sudah berencana dari semalam jika akan sengaja meliburkan para pengurus untuk hari ini saja. Ia hanya minta mereka datang pagi, menyiapkan sarapan lalu mereka pergi lagi. Sementara, adiknya Saluna dan Anya sudah pergi dari pagi-pagi buta dikawal para bodyguard mereka. Pergi melihat lumba-lumba dihabitat samudera lepas. Hansika menolak ikut, karena baginya bisa berduaan dengan Satya di resort dengan suasana tenang jauh dibutuhkan. Saluna dan Anya seolah memahami, tidak menuntutnya untuk ikut. Siang di resort tiba perlahan-lahan, seolah waktu sengaja melambat untuk memberi ruang pada hal-hal yang selama ini tertahan. Matahari sudah naik cukup tinggi, tapi angin laut tetap lembut. Gorden putih tipis di kamar Hansika bergerak pel

