Panggilan Hati [2]

2365 Words

“Mbak Icha sudah mendengkur saja, kok bisa ya?” tanya Hansika saat menutup pintu, dia memakai kaus nyaman dan celana panjang. Matanya menemukan punggung Satya yang baru saja merapikan tempat tidur untuk Hansika. Seperti kemauannya, Hansika minta tidur di sana. Satya memindahkan kasur kecil ke atas bale lalu memasang sepreinya. Hansika mendekap bantal dan memberikan pada Satya. “Sudah siap, Nona.” Ia bergeser, Hansika melihat tempat tidur yang terlihatnya nyaman. “Kamu tidur di mana?” “Di sana.” Ia menunjuk lantai yang hanya menggunakan alas yang dianyam. “Satya, pindahkan saja kasur di dalam ke situ. Kamu masa tidur cuman beralaskan tikar tipis itu.” Hansika tidak bisa membayangkan. “Jangan pikirkan saya, Nona tidur saja. Besok baru masuk hari kedua.” Hansika duduk, kemudian m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD