Satya lega mendengar suara Hansika hari ini yang terdengar sudah sehat, dibanding hari sebelumnya. Demamnya juga sudah turun. “Mami mengurus saya seperti biasa, sementara Saluna meski udah saya minta pergi ke kamarnya... dia tetap tidur temani saya semalam sambil dia selesaikan menyusun Lego-nya. Sejak pagi ini Papi juga tidak terlihat, saya pikir masih menghindar. Padahal setiap malam, saya tahu Papi masuk ke kamar saat saya sudah tidur. Tidak mengatakan apa-apa, selain menatap saya cukup lama.” Ada jeda dengan tarikan napas kuat, “Saluna bilang kalau Papi pergi ke Semarang... mengunjungi Eyang. Apa mungkin ada hubungannya dengan masalah dengan kita?” “Bisa jadi, atau mungkin Pak Hamish butuh ketenangan sementara.” Hamish memang dekat sekali dengan orang tuanya, sekali pun tidak mau

