Pagi itu Hansika terbangun dengan perasaan yang terasa asing—ringan, hangat, dan penuh getaran kecil yang membuat dadanya penuh oleh rasa bahagia. Bukan sesak yang menekan seperti beberapa bulan terakhir, melainkan rasa penuh yang membuatnya ingin tersenyum tanpa alasan jelas. Ia memejamkan mata sejenak, menarik selimut lebih tinggi, lalu kembali mengingat pesan singkat yang berlanjut hingga semalam, cara Satya membalasnya dengan kalimat sederhana yang justru menancap dalam. Apa ia harus mengakui, bahwa hubungannya dengan Nando yang berakhir merupakan pilihan terbaik hidupnya? Ah, Hansika tidak mau terlalu menamai bahagianya ini terburu-buru. Let it flow. Satya bawaannya memang santai, singkat seolah ala kadarnya. Dan Hansika tidak akan memaksanya berubah. Hansika jatuh hati pada dirin

