Seperti rencananya setelah makan siang berdua Satya. Perjalanan menuju rumah Nayla berlangsung tanpa banyak percakapan. Hansika lebih sering memandangi jalan dari balik kaca jendela mobil, pikirannya berkelindan. Satya fokus menyetir, sesekali melirik ke arah Hansika memastikan sang Nona baik-baik saja, tidak berubah pikiran untuk tetap lanjutkan perjalanan tujuan rumah Nayla. Namun dari garis rahang yang mengeras dan napas yang ditahan-tahan, Satya tahu jika Nona-nya sedang lelah, bukan secara fisik saja. “Kita dulu pernah juga ikuti Nayla hingga sini,” gumamnya yang terdengar Satya. Mengingat saat-saat momen jadi tim detektif misi mencari bukti. Satya mengangguk, karena di beberapa kali juga pergi ke sana tanpa sepengetahuan Hansika saat pilih tetap mencari bukti sendiri. Rumah Nayl

