Alasan Membenciku?

2269 Words

Beberapa menit sebelum kejadian, Hansika yang tengah diliputi perasaan jatuh cinta layaknya hatinya dipenuhi bunga yang bermekar indah di musim semi, melangkah masuk ke ruang kerjanya masih tampak enggan dan menatap Satya. Tidak ada pegangan tangan, sebab mereka masih perlu menjalaninya diam-diam. “Akan ada waktunya nanti, kita bebas bersama bahkan pegangan tangan, kan?” bisiknya sebelum benar-benar menjauh, padahal tangannya sudah menyentuh gagang pintu. Satya mengangguk, menunggu sekali momen bisa direstui Papi-Mami Hansika, pun keluarga bahkan dunia. Dia mengulas senyum, “saya izin menunggu seperti biasa.” Hansika mengangguk, barulah masuk dengan perasaan yang tiba-tiba berat. Ah pasti karena ia masih ingin berlama-lama berdua dengan Satya. Pikirnya begitu. Hansika menutup pin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD