“Harsa datang sepagi ini, kayaknya memang ada yang mau dibicarakan sama Papi.” Bisik Saluna pada kakaknya yang menunggu, sama-sama penasaran. Hansika menerka-nerka sekiranya apa yang sedang mereka bicarakan di dalam, “Papi memang meminta Harsa mengurus beberapa hal, yang memang hanya bisa dilakukan olehnya.” Teringat pengakuan Papi beberapa hari lalu mengenai ia meminta bantuan Harsa. “Kakak enggak masuk saja?” tanya Saluna, padahal Hansika juga berhak tahu yang akan disampaikan Harsa. “Aku tunggu saja, mungkin memang antara Papi dan Harsa. Nanti kutanya kalau emang sudah selesai." Lea yang muncul dari arah ruang makan, menatap kedua putrinya “Papi dan Harsa masih di ruang kerja?” “Iya, Mami... sepertinya pembicaraan serius.” “Kita tunggu mereka selesai, untuk sarapan bersama.”

